Rabu, 24 Maret 2010

Analisis Persaingan Michael Porter pada PT. Bio Farma

Didalam teori persaingan kita mengenal ada suatu teori dari Michael Porter yg sangat terkenal pada saat menganalisis persaingan atau competition analysis. Teori tersebut sangat sangat terkenal dengan istilah Porter Five Forces Model. Intinya sebenarnya Porter menilai bahwa perusahaan secara nyata tidak hanya bersaing dengan perusahaan yang ada dalam industri saat ini…. Kita biasanya hanya menganalisis siapa pesaing langsung kita dan akhirnya kita terjebak dalam ”competitor oriented ” , sehingga tidak mempunyai visi pasar yang jelas. Dalam five forces model digambarkan bahwa kita juga bersaing dengan pesaing potensial kita, yaitu mereka yang akan masuk, para pemasok atau suplier,para pembeli atau konsumen, dan produsen produk-produk pengganti. Dengan demikian. kita harus mengetahui bahwa ada lima kekuatan yg menentukan karakteristik suatu industri yaitu intensitas persaingan antar pemain yg ada saat ini, ancaman masuk pendatang baru, kekuatan tawar menawar pemasok, kekuatan tawar pembeli, dan ancaman produk pengganti.
Berikut adalah analisis teori Porter pada PT. Bio Farma :

Buyer
- Teruji Karena Kualitas
Di antara BUMN bidang farmasi, kinerja Bio Farma relatif stabil, bahkan cenderung meningkat. Betapa saat krisis melanda, Bio Farma justru menggenjot ekspor vaksin ke berbagai negara.
Laba bersih Bio Farma tahun 2008 naik menjadi Rp127 miliar setelah di tahun 2007 hanya RpI16,77 miliar. Bahkan sebelumnya, tahun 2006, laba bersih Bio Farma tercatat Rp85,98 miliar. Tren kenaikan ini tercermin dari penjualan yang terus naik. Tahun 2006, hasil penjualan Bio Farma hanya Rp615,48 miliar tapi di tahun 2007 melonjak 21 persen menjadi Rp744,64 miliar. Sedangkan 2008, perseroan mencatat total penjualan Rp820 miliar.
Tahun 2008, Bio Farma dihadapkan dengan kondisi ekonomi yang kurang menguntungkan. Inflasi berada di atas 6 persen dan terjadi kenaikan bahan bakar minyak pada Juni 2008. Kondisi diperparah terjadinya krisis ekonomi global yang berawal dari subprime mortgage yang melanda Amerika Serikat.
- Tembus Ekspor
Krisis ekonomi global dirasakan cukup mengkhawatirkan. Tapi di sisi lain Bio Farma mengekspor vaksin ke beberapa negara di kawasan Asia Pasifik melalui Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang jumlahnya hampir 55 persen dari kapasitas produksi.
Hingga saat ini, Bio Farma memproduksi vaksin virus seperti vaksin campak, vaksin polio dan vaksin Heparitis B. Selain itu, ada juga vaksin bakteri seperri vaksin DTP, vaksin TT, vaksin DT dan vaksin BCG. "Kapasitas produksi sudah mencapai sekitar 1,1 miliar dosis dengan SDM sekitar 800 orang. Tidak ada dari asing. Bio Farma sudah mengguasai teknologi pembuatan vaksin," ungkap pria kelahiran Bandung 59 tahun ini.
- Ahli Vaksin
Pantas apabila pemerintah menugaskan Bio Farma mensuplai kebutuhan vaksin dalam negeri. Sebab rekam jejak Bio Farma dalam memproduksi vaksin sudah teruji dan tidak disangsikan lagi. Sejak pertama kali berdiri pada tanggal 6 Agustus 1890 melalui Surat Keputusan Pemerintah Hindia Belanda, Bio Farma dikenal dengan nama Pare Vaccinogene atau Landskoepok Inrichting en Instituut Pasteur. Lembaga inilah yang menjadi tonggak sejarah awal berdirinya perusahaan vaksin dan sera di Indonesia.
Dalam Perkembangannya, lembaga ini menjelma menjadi pusat pengembangan vaksin dan serum untuk mengatasi wabah penyakit tropis yang berkantor pusat di wilayah Pasteur, Bandung, Jawa Barat. Baru pada tahun 1961, pemerintah Indonesia melakukan nasionalisasi dan menubah namanya menjadi Bio Farma.
Bio Farma memperkenalkan vaksin cacar kering (room dried smallpox vaccine). Produksi vaksin terus berkembang, seperri produksi vaksin BCG yang dimulai dengan menggunakan primary seed lot, vaksin cacar beku kering diperkenalkan tahun 1968. Tahun 1971 didirikan Bagian Pengawasan Mutu dan Laborarium Mycology. Pada tahun 1982 di gunakan mesin fermenror berasal dari Shinko pflauder, yang dilengkapi dan dipasang oleh Commonwealth Serum Labotary (CSL) un¬tuk Produksi Tetanus. Pada November 1986 pabrik cairan infus diresmikan, dilanjutkan pembangunan Sarana Produksi dan Penga¬wasan Muru Vaksin Polio dan Campak pada rahun 1990 yang diresmikan menreri keseha¬tan saar itu Or Adhiryarma MPH.
Sejak 1997, Bio Farma memasok vaksin ke banyak negara melalui UNICEF, PAHO dan pembeli lainnya. Bio Farma sering diminra melakukan transfer reknologi ke negara-nega¬ra berkembang melalui kegiaranglobal training network unruk quality control and quality assurÂ-ance unruk polio dan vaksin lainnya.
- Perkuat R&D
Produk Bio Farma mendaparkan pengakuan prekualialifikasi dari WHO. Untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas produk, serta kualitas sumber daya manusia, Bio Farma menjalin kerjasama yang erar dengan insritu¬si/organisasi nasional maupun internasional.
Perseroan memang akan memperkuar R&D mulai dari kemampuan SDM hingga output-nya dalam mengeluarkan prod uk baru. Diversifikasi dan inovasi produk makin digenjot dengan memanfaatkan jalur ABG. Target yang dikejar Bio Farma adalah membuat vaksin flu burung. Bio Farma ditunjuk pemerinrah melalui Deparremen Keseharan sebagai pelaksana operasional- fasilitas vaksin flu burung. Saat ini pembangunan fasilitas sudah mulai dilaksanakan dengan memanfaatkan lahan yang ada di Bio Farma. "Kami menyiapkan lahan dan mem-back up SDM berikut teknologinya. Vaksin akan dibuat kalau dibutuhkan oleh pemerintah jelas dia. Mari kira berharap semoga vaksin flu burung segera rampung sehingga kasus ini tidak terjadi lagi di Indonesia. Semoga.

Cara Penjinakan Buyer :
- Promosi terhadap produk tersebut
- Pelayanan yang baik
- Produk yang berkualitas dan harga yang dapat dijangkau semua lapisan masyarakat.


Supplier

Meningkat, Ekspor Vaksin Bio Farma. Tingginya kepercayaan pasar internasional tidak lepas dari sertifikat Pra Qualification/PQ WHO (semacam sertifikat aman yang dikeluarkan oleh WHO yang dimiliki Bio Farma sehingga membuat pasar ekpor Bio Farma terus meningkat "Setiap tahun tim WHO ini datang ke Bandung memeriksa semua proses produksi dari awal sampai akhir. Menyinggung produk baru, Tedi mengatakan, ada dua jenis vaksin baru yang sudah diluncurkan ke pasar, yaitu vaksin Tetanus Difteri (Td) dan seasonal flu 1 Hui.mi Kedua produk tersebut sementara ini difokuskan hanya untuk pasar dalam negeri.

Cara Penjinakan Supplier :
- Perusahaan harus menjalin hubungan yang baik kepada para relasi bisnis
- Perusahaan tidak mengulur waktu pembayaran
- Perusahaan harus memiliki jadwal rutin untuk bertemu dengan supplier

Subtitusi

Pemerintahtidakmensikapivaksinbabidenganserius..Pada Sabtu 27 Juni kemarin, Majelis Mujahidin untuk penegakan syariat Islam mengeluarkan empat keputusan mengenai penggunaan vaksin babi. Di antaranya, terkait dengan pendapat Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur KH Abdurrahman Nafis, yang menilai hukum agama untuk vaksindarilemakbabibagi\jamaahhajiitu,darurat.
Sebagaimana Majelis Mujahidin, anggota Komisi Fatwa MUI, KH. Zaini Naim, berpendapat, pemerintah harus segera mencari pengganti vaksin meningitis yang mengandung enzim babi “Masalah ini sudah berlangsung sejak lama. Namun sampai sekarang belum ada upaya kongkret dari pemerintah untuk mencari pengganti vaksin itu,” katanya.
“Jika terbukti benar mengandung enzim babi, maka wajib dicari alternatif lain, yakni vaksin yang tidak mengandung babi,”

Cara Penjinakan Subtitusi :
- Perusahaan harus berusaha keras untuk membujuk atau meyakinkan konsumen akan produk yang dihasilkan PT. Bio Farma
- Perusahaan harus mempertahankan kualitas produk

New Entry

BANDUNG -- Indonesia sedang berusaha mengembangkan vaksin flu burung sendiri untuk mengatasi penyakit mematikan tersebut. Sampai sekarang baru 42 dari 58 sampel virus flu burung dikembalikan dari para pengidap H5N1 di Indonesia yang sempat dikirim ke WHO. Sampel virus yang diterima, kini disimpan di lembaga penelitian Eijkman untuk dikembangkan menjadi vaksin.
Cara Penjinakan New Entry :
-Strategi Penetapan Harga Produk Baru
Harga yang ditetapkan atas suatu produk baru harus dapat memberikan pengaruh yang baik bagi petumbuhan pasar. Selain itu untuk mencegah timbulnya persaingan yangsengit.
a. Skimming Pricing
Merupakan strategi yang menetapkan harga tinggi pada suatu produk baru, dengan dilengkapi aktifitas promosi yang gencar, tujuannya adalah :
1.Melayani pelangggan yang tidak terlalu sensitive terhadap harga, selagi persaingannyabelumada.
2. Untuk menutupi biaya-biaya promosi dan riset melalui margin yang besar.
3. Untuk berjaga-jaga terjadinya kekeliruan dalam penetapan harga, karena akan lebihmudahmenurunkanhargadaripadamenaikanhargaawal.

b. Penetration Pricing
Merupakan strategi dengan menetapkan harga rendah pada awal produksi, dengan tujuan dapat meraih pangsa pasar yang besar dan sekaligus menghalangi masuknya para pesaing.
”PenetrationPricing”,antaralain;
1. Harga yang dikendalikan (restrained price), yaitu harga yang ditetapkan dengan tujuan mempertahankan tingkat harga tertentu selama periode inflasi.
2. Elimination price, yaitu merupakan penetapan harga pada tingkat tertentu yang dapat menyebabkan pesaing - pesaing tertentu (terutama yang kecil) keluar dari persaingan.
3. Promotion price adalah harga yang ditetapkan rendah dengan kualitas sama, dengan tujuan untukmempromosikanproduktertentu.
4. Keep-out price, merupakan penetapan harga tertentu sehingga dapat mencegah parapesaingmemasukipasar.
-StrategiPenetapanHargaProdukYangSudahMapan

1. Adanya perubahan dalam lingkungan pasar, misalnya pesaing besar menurunkan harga.
2. Adanya pergeseran permintaan, misalnya terjadinya perubahan selera konsumen.
dalampenentuanharga.
3. Menaikan Harga, suatu perusahaan melakukan kebijakan menaikan harga dengan tujuan untuk mempertahankan profitabilitas dalam periode inflasi dan untuk melakukan segmentasi pasar tertentu..

Cara Penjinakan New Entry:
- Strategi Pemasaran Produk melalui media periklanan

Competitor Industry

- PT Indofarma Tbk
- PT Kimia Tbk
- PT Phapros Tbk

Cara Penjinakan competitor industry :
- Harga yang terjangkau oleh semua kalangan
- Kualitas yang lebih baik dari produk sebelumnya
- Diferensiasi produk
- Inovasi Produk
- Proses pengembangan produk baru berdasarkan kinerja

Sumber : www.google.com

Jumat, 19 Maret 2010

Rokok di kalangan pelajar...

Emmmm…….akhir-akhir ini banyak sekali pelajar yang sudah menjadi pecandu rokok. hal ini bisa kita lihat dari banyaknya pelajar yang nerokok dipinggir jalan. mereka berpendapat bahwa kalau mereka tidak merokok maka mereka belum dianggap dewasa ataupun tidak gaul. Justru pendapat itulah yang salah, seakan-seakan pendapat yang mereka utarakan adlah pendapat yang masuk akal.
didalam rokok itu sendiri terdapat berjuta-juta zat kimia yang sangat membahayakan jiwa manusia. bahkan zat untuk membunuh kecoa ataupun zat untuk karbol pembersih toilet terkandung didalamnya. Salah satu akibat dari rokok adalah bisa menumbuhkan suatu zat yang bersifat karsinogen (zat yang bisa menyebabkan kanker).
Menurut data WHO, tahun 2006 saja orang yang meninggal karena rokok mencapai 5,4 juta orang diseluruh dunia, dan diperkirakan tahun 2010 akan meninglat menjadi 2 kali lipat. tentu hal ini menjadi penyebab kematian terbesar kedua didunia setelah penyakit jantung.
Perokok umumnya adalah warga negara dari negara-negara berkembang contohnya saja Indonesia. Di Indonesia saja hampir 55% penduduknya adalah pecandu rokok,dan hal ini tentu saja sangat memprihatinkan. Namun dilain pihak pemerintah juga sulit untuk menutup pabrik-pabrik rokok yang banyak tersebar di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur yang notabene banyak menyerap tenaga kerja ini…..mungkin hanya ini saja yang bisa saya tulis dan disini saya ingin mengajak rekan-rekan semua utnuk berhenti merokok dan bersama-sama mengucapkan SAY NO TO ROKOK !!!

Sumber : www.google.com

Kamis, 18 Maret 2010

Analisi SWOT pada PT.Bio Farma

Puji syukur saya panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan nikmatNya, sehingga saya bisa mengerjakan tugas managemen strategic dengan judul “Analisis SWOT pada PT. Bio Farma.
Analisa SWOT adalah sebuah bentuk analisa situasi dan kondisi yang bersifat deskriptif (memberi gambaran). Analisa ini menempatkan situasi dan kondisi sebagai sebagai faktor masukan, yang kemudian dikelompokkan menurut kontribusinya masing-masing. Satu hal yang harus diingat baik-baik oleh para pengguna analisa SWOT, bahwa analisa SWOT adalah semata-mata sebuah alat analisa yang ditujukan untuk menggambarkan situasi yang sedang dihadapi atau yang mungkin akan dihadapi oleh organisasi, dan bukan sebuah alat analisa ajaib yang mampu memberikan jalan keluar yang cespleng bagi masalah-masalah yang dihadapi oleh organisasi.

Analisa ini terbagi atas empat komponen dasar yaitu :
1.Strength (S), adalah situasi atau kondisi yang merupakan kekuatan dari organisasi atau program pada saat ini.
2.Weakness (W), adalah situasi atau kondisi yang merupakan kelemahan dari organisasi atau program pada saat ini.
3.Opportunity (O), adalah situasi atau kondisi yang merupakan peluang diluar organisasi dan memberikan peluang berkembang bagi organisasi dimasa depan.
4.Threat (T), adalah situasi yang merupakan ancaman bagi organisasi yang datang dari luar organisasi dan dapat mengancam eksistensi organisasi dimasa depan.
Selain empat komponen dasar ini, analisa SWOT, dalam proses penganalisaannya akan berkembang menjadi beberapa Subkomponen yang jumlahnya tergantung pada kondisi organisasi. Sebenarnya masing-masing subkomponen adalah pengejawantahan dari masing-masing komponen, seperti Komponen Strength mungkin memiliki 12 subkomponen, Komponen Weakness mungkin memiliki 8 subkomponen dan seterusnya.

Jenis-Jenis Analisis SWOT
1. Model Kuantitatif
Sebuah asumsi dasar dari model ini adalah kondisi yang berpasangan antara S dan W, serta O dan T. Kondisi berpasangan ini terjadi karena diasumsikan bahwa dalam setiap kekuatan selalu ada kelemahan yang tersembunyi dan dari setiap kesempatan yang terbuka selalu ada ancaman yang harus diwaspadai. Ini berarti setiap satu rumusan Strength (S), harus selalu memiliki satu pasangan Weakness (W) dan setiap satu rumusan Opportunity (O) harus memiliki satu pasangan satu Threath (T).
Kemudian setelah masing-masing komponen dirumuskan dan dipasangkan, langkah selanjutnya adalah melakukan proses penilaian. Penilaian dilakukan dengan cara memberikan skor pada masing -masing subkomponen, dimana satu subkomponen dibandingkan dengan subkomponen yang lain dalam komponen yang sama atau mengikuti lajur vertikal. Subkomponen yang lebih menentukan dalam jalannya organisasi, diberikan skor yang lebih besar. Standar penilaian dibuat berdasarkan kesepakatan bersama untuk mengurangi kadar subyektifitas penilaian.
2. Model Kualitatif
Urut-urutan dalam membuat Analisa SWOT kualitatif, tidak berbeda jauh dengan urut-urutan model kuantitatif, perbedaan besar diantara keduanya adalah pada saat pembuatan subkomponen dari masing-masing komponen. Apabila pada model kuantitatif setiap subkomponen S memiliki pasangan subkomponen W, dan satu subkomponen O memiliki pasangan satu subkomponen T, maka dalam model kualitatif hal ini tidak terjadi. Selain itu, SubKomponen pada masing-masing komponen (S-W-O-T) adalah berdiri bebas dan tidak memiliki hubungan satu sama lain. Ini berarti model kualitatif tidak dapat dibuatkan Diagram Cartesian, karena mungkin saja misalnya, SubKomponen S ada sebanyak 10 buah, sementara subkomponen W hanya 6 buah.
Sebagai alat analisa, analisa SWOT berfungsi sebagai panduan pembuatan peta. Ketika telah berhasil membuat peta, langkah tidak boleh berhenti karena peta tidak menunjukkan kemana harus pergi, tetapi peta dapat menggambarkan banyak jalan yang dapat ditempuh jika ingin mencapai tujuan tertentu. Peta baru akan berguna jika tujuan telah ditetapkan. Bagaimana menetapkan tujuan adalah bahasan selanjutnya yaitu membangun visi-misi organisasi atau program.
Berikut adalah Analisis SWOT pada PT. Bio Farma

Strength (S)

- Sejumlah jenis vaksin lainnya yang diekspor ke berbagai negara antara lain DPT, Campak, BCG dan serum anti bisa ular

- Vaksin produksi Bio Farma sudah mampu menembus pasar lebih dari 72 negara

- Mampu menjadi pemasok dari separoh vaksin kebutuhan dunia tidak bisa dinilai dengan uang. Padahal di dunia terdapat 23 produsen vaksin, termasuk di antaranya

- Menjaga kualitas produksi sesuai standar internasional

- Perusahaan yang kini memiliki sebanyak 800-an karyawan tergolong kreatif dan inovatif.


Weakness (W)

- Vaksin itu harus disimpan di tempat khusus dan tidak bisa tahan lama.

- Bio Farma tidak bisa mendistribusikan seluruh kota untuk Jawa barat, tapi dilakukan secara bertahap.
- Sumber dana untuk pengadaan vaksin dalam negeri berasal dari APBN serta bantuan luar negeri. Sementara untuk APBN hingga saat ini belum turun. Dana pembelian vaksin Hepatitis B berasal ari Global alliance Vaccine Initiative (GAVI).
- Bio Farma sebenarnya siap mengirimkan kebutuhan daerah. Namun, hal itu belum bisa dilakukan karena belum ada penandatanganan konrak.


Opportunity (O)

- Produsen obat nasional PT Bio Farma kembali masuk dalam daftar prakualifikasi produk Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO), hingga memberi peluang kembali mengekspor vaksin ke pasar dunia.

- Bio Farma harus siap melakukan pengembangan investasi. Salah satunya program pengembangan produksi vaksin seasonal dan vaksin H1N1 dalam beberapa tahun ke depan, supaya , dapat memenuhi permintaan pasar vaksin di dunia


Threat (T)

- Vaksin-vaksin ini juga telah banyak memakan korban anak-anak Amerika sendiri, sehingga banyak terjadi penyakit kelainan syaraf, anak-anak cacat, autis, dll.

- Seorang pakar dari Amerika mengatakan bahwa vaksin polio dibuat dari campuran ginjal kera, sel kanker manusia, serta cairan tubuh hewan tertentu termasuk serum dari sapi,bayikudadanekstraksmentahlambungbabi.

- Tahun 2004 sampaisekarang korban polio, campak, hepatitis, TBC dll terus muncul..



Sumber : www.google.com

Minggu, 28 Februari 2010

Artikel KOndisi Cuaca saat ini dan cara penanggulangannya

Artikel

Awan, Cuaca dan Bencana

Oleh: Nur fauziah

Akibat musim pancaroba saat ini sebagian besar wilayah di Pulau Jawa, khususnya di Jakarta, Jawa Tengah dan Timur "tenggelam" dilanda bencana banjir dan tanah longsor. Tidak dapat dipungkiri, cuaca buruk telah membuka aib buruk terhadap pemeliharaan dan pengawasan pemanfaatan lingkungan di Pulau Jawa. Silih bergantinya kota yang dilanda banjir dan timbulnya kemacetan sepanjang hampir 40 Kilometer di jalur Pantura selama dua minggu, mengindikasikan cuaca sudah menjadi factor yang dominan terhadap munculnya bencana banjir dan longsor. Banyaknya kejadian bencana menunjukkan, daya dukung lingkungan Pulau Jawa sebenarnya sudah menurun. Hasil tinjauan ekologis yang telah dilakukan menunjukkan berbagai fenomena di atas disebabkan menurunnya secara tajam fungsi kawasan-kawasan lindung di Pulau Jawa.
Fenomena berkurangnya fungsi kawasan lindung tidak mudah untuk diatasi. Mengingat terdapat hierarki kewenangan maupun hubungan horizontal antar pemerintahan, yang selama ini belum mempunyai sinergi yang kuat untuk memecahkan masalah-masalah di lapangan. Disamping itu juga terdapat sejumlah peraturan-perundangan yang belum mendukung terwujudnya sinergi dimaksud, bahkan cenderung implementasinya tidak sinkron satu sama lain.

Problem Saat InI

Untuk menelaah mengapa terjadi penurunan daya dukung Pulau Jawa ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan antara lain, meskipun sumberdaya alam di Pulau Jawa telah mengalami kerusakan dan menyebabkan menurunnya daya dukung lingkungannya. Namun sebagian besar peraturan daerah atau perundangan yang ada saat ini masih bersifat eksploitatif dan tidak kolaboratif . Memasuki era otonomi daerah, pemerintah kabupaten dan kota, kini mempunyai kewenangan yang lebih besar dalam memanfaatkan dan mengelola sumber-sumber alam di wilayahnya dibandingkan sebelumnya. Dari 119 Peraturan Daerah (Perda) yang dianalisis sebagian besar Perda tentang pemanfaatan sumber daya alam di era otonomi daerah diterbitkan dengan motif untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah. Sebanyak 60 persen atau 71 dari 119 Perda di Jawa diterbitkan dengan motif untuk memperoleh retribusi ijin usaha /pajak daerah. ( Haryadi & Haryanto,Fahutan IPB 2006)
Sementara luas hutan dan lahan di P Jawa yang kini dalam kondisi kritis dan rawan bencana, sekitar 75% dimiliki secara perorangan (individual ownership rights) sedangkan sisanya sebesar 25% dikuasai negara (state property). Apabila pemilikan secara individu ini digunakan untuk hanya mengejar manfaat ekonomi semata, maka kebutuhan masyarakat secara sosial untuk memulihkan daya dukung lingkungan tidak akan tercapai. Pulau Jawa, dengan demikian menghadapi social dilemma. Pemecahan masalah social dilemma hanya dapat dilakukan apabila keputusan-keputusan dilakukan secara kolektif serta tidak hanya bertumpu pada batas-batas yurisdiksi pemerintahan/ administratif, melainkan dengan memperhatikan basis ekosistem sebagai yurisdiksi pengambilan keputusan.
Sementara perbandingan antara jumlah penduduk dengan daya dukung sumberdaya alam sudah tidak ideal lagi, dalam arti akibat besarnya jumlah penduduk tidak lagi memungkinkan tingkat produktivitas lahan per kapita dapat menjamin kesejahteraan minimal masyarakat. Upaya realokasi penduduk Pulau Jawa ke luar Jawa menjadi suatu keniscayaan. Masih berjalankah program Transmigrasi ?.
Jika kondisi ini terus berlanjut , ada prakiraan kedepan, yang mengkhawatirkan tingkat perkembangan bencana akan semakin meluas dan merata di Pulau Jawa. Khususnya di kawasan perkotaan Pantura yang merupakan wilayah hilir dari sebagian besar DAS yang ada. Hasil kajian terhadap daya dukung sumber daya air di Pulau Jawa ( Indreswati Guritno,2006) mengungkapkan, jika kondisi lingkungan Pulau Jawa semenjak tahun 1995 tidak berubah, maka kondisi Pulau Jawa sudah sangat kritis. Batas daya dukung sudah sangat marginal disemua propinsi. Jika kenyataanya saat ini sudah lebih dari yang diperkirakan, maka seluruh Pulau Jawa daya dukung lingkungannya sudah terlampaui (overshoot). Sehingga dapat disimpulkan setiap tahun mungkin kita akan menuai bencana. Apalagi jika kondisi cuaca juga mendukung kearah tersebut. Semakin buruk cuaca, maka perkiraan bencana yang buruk mungkin segera akan terjadi.
Hasil pengamatan selama tahun 2004 hingga 2006 telah terjadi banjir , longsor, dan kekeringan masing – masing di 102, 51, dan 97 kabupaten/kota. Perkiraan bencana pada tahun – tahun berikutnya diperkirakan akan semakin meningkat dan ini terbukti pada akhir tahun 2007 dan awal 2008. Kondisi banjir paling parah diperkirakan akan tetap terjadi di Jawa Tengah, disusul Jawa Barat dan Jawa Timur. Secara keseluruhan kejadian ini disebabkan semakin tingginya proses alih fungsi lahan. Sejak akhir tahun 2000, Jawa telah kehilangan 134.000 ha lahan basah, 110.000 ha lahan kering, dan 81.000 ha hutan (Hariadi Kartodihardjo, Fahutan IPB,2006) yang beralih fungsi menjadi permukiman, industri dan sebagainya. Padahal total luas pulau Jawa dan Madura hanya sekitar 7 persen dari luas Indonesia dan dihuni lebih dari 60 persen dari jumlah penduduknya. Tingkat kepadatan penduduknya rata – rata sudah lebih dari 1000 orang/km2. Dengan demikian Pulau Jawa telah berubah menjadi Pulau Perkotaan, yang semakin kritis wilayah resapan air.
Untuk mengantisipasi bencana , perlu dipertimbangkan beberapa hal yang menjadi prinsip dasar penanggulangan bencana secara bersama. Hindarkan pendekatan berdasarkan tugas pokok dan fungsi atau "tupoksi" dari masing – masing sektor terkait. Perlu lebih dikedapankan adanya, inovasi dibandingkan sekedar tupoksi. Kedepankan lingkup wilayah fungsional DAS dibandingkan administrasi kabupaten/kota. Kaji lebih mendalam, bahwa banjir dan longsor bukan sekedar masalah kerusakan lingkungan disekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) atau masalah hulu dan hilir. Mungkin ada hal – hal lain yang lebih mendasar dan struktural, seperti kemiskinan, politik pembiaran, politik penguasaan sumberdaya, politik pendapatan dibandingkan pengendalian.
Untuk hal yang non struktural, BMG adalah badan pusat, yang tidak memiliki tangan di daerah, maka sudah saatnya peran pemerintah daerah bergerak memotivasi dirinya untuk melakukan inovasi dengan memanfaatkan informasi BMG sebagai alat pencegah terjadinya bencana. Sementara untuk lingkup antar wilayah otonom, solusi bencana bukan dengan hal teknis semata, tetapi lebih menyangkut pola kerjasama antar daerah. Sebab bencana itu adalah masalah yang harus diatasi bukan untuk ditangisi.

Kekuatan dan kekurangan PT. Bio Farma

PT. Bio Farma

Manajemen Strategik
Nur fauziah 20206695

Kekuatan

- Sejumlah jenis vaksin lainnya yang diekspor ke berbagai negara antara lain DPT, Campak, BCG dan serum anti bisa ular

- Vaksin produksi Bio Farma sudah mampu menembus pasar lebih dari 72 negara

- Mampu menjadi pemasok dari separoh vaksin kebutuhan dunia tidak bisa dinilai dengan uang. Padahal di dunia terdapat 23 produsen vaksin, termasuk di antaranya

- Menjaga kualitas produksi sesuai standar internasional

- Perusahaan yang kini memiliki sebanyak 800-an karyawan tergolong kreatif dan inovatif.


Kekurangan

- Vaksin itu harus disimpan di tempat khusus dan tidak bisa tahan lama.

- Bio Farma tidak bisa mendistribusikan seluruh kota untuk Jawa barat, tapi dilakukan secara bertahap.

- Sumber dana untuk pengadaan vaksin dalam negeri berasal dari APBN serta bantuan luar negeri. Sementara untuk APBN hingga saat ini belum turun. Dana pembelian vaksin Hepatitis B berasal ari Global alliance Vaccine Initiative (GAVI).

- Bio Farma sebenarnya siap mengirimkan kebutuhan daerah. Namun, hal itu belum bisa dilakukan karena belum ada penandatanganan konrak.

Minggu, 21 Februari 2010

visi dan misi PT Bio farma


1.
Visi :
“Menjadi produsen vaksin dan antisera yang berdaya saing global”

Misi :

1.Memproduksi, memasarkan dan mendistribusikan vaksin dan antisera yang berkualitas internasional untuk kebutuhan Pemerintah, swasta nasional, dan internasional.
2. Mengembangkan inovasi vaksin dan antisera sesuai dengan kebutuhan pasar
3. Mengelola Perusahaan agar tumbuh dan berkembang dengan menerapkan prinsip prinsip good corporate governance.
4. Meningkatkan kesejahteraan Karyawan dan pemegang saham, dengan tetap memperhatikan kepentingan stakeholders lainnya.

Tujuan :

Meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia dan dunia.

2. Visi tersebut termasuk visi strategik karena visi tersebut mudah diartikulasikan, mudah dipahami, dan diterima semua pihak dalam organisasi

3. Pernyataan misi mampu menjawab pertanyaan visi, karena di misi tersebut dijelaskan secara jelas upaya untuk menciptakan visi.




Rabu, 23 Desember 2009

Strategi Pembelajaran: 10 Cara Belajar yang efektif

Kita setuju bahwa pembelajaran perlu terjadi seumur hidup dan dalam semua segi kehidupan. Masalahnya kemampuan seseorang untuk menyerap dan memiliki pengetahuan yang baru sebenarnya terbatas. Apalagi dalam jaman information overload seperti sekarang, di mana jumlah pengetahuan yang dapat dipelajari sudah melebihi kapasitas manusia untuk menyerapnya.Artinya dengan keterbatasan waktu, tenaga, ingatan dan kemampuan lainnya, kita perlu memberi prioritas pada strategi pembelajaran yang dapat memberi kita hasil yang maksimal dalam waktu yang terbatas. Artikel berikut yang saya ambil dari About.com: Psychology membahas beberapa langkah yang bisa kita lakukan untuk memaksimalkan pembelajaran kita.

1. Pelajari dasar-dasar peningkatan kemampuan ingatan - ada teknik-teknik tertentu yang dapat membantu kita untuk meningkatkan kemampuan mengingat, yang tentu saja akan bergantung pada daya ingat dan cara belajar seseorang. Beberapa hal yang bisa kita pelajari misalnya tehnik mind map, mnemonik dll.

2. Pelajari dan terapkan hal-hal yang baru. Satu cara untuk menjadi pembelajar efektif adalah dengan terus belajar. Dengan mengulangi pembelajaran hal-hal baru dan memprakekkannya, kita sedang membangun jalur jaringan di otak yang akan memperkuat koneksi kita dengan informasi yang baru tersebut

3. Belajar dengan cara yang berbeda. Jelas setiap orang memiliki cara belajar yang berbeda. Namun jika kita mau mempelajari cara belajar yang lain (visual, audio, kinestetik) ataupun metode pembelajaran yang lain, otak akan dapat menaruh informasi tersebut di beberapa tempat yang berbeda, yang akan memudahkan pemanggilan informasi tersebut.

4. Ajarkan apa yang sudah kita pelajari pada orang lain - salah satu cara terbaik untuk mempelajari sesuatu adalah dengan mengajarkannya pada orang lain. Tentunya setelah melewati proses internalisasi dan translasi, di mana kita akan mengajarkan dengan cara dan metode yang cocok dengan cara kita sendiri dan bukan sekedar menjiplak. Menulis blog adalah salah satu cara untuk mengajarkan sesuatu dengan cara yang berbeda kepada orang lain.

5. Gunakan pembelajaran terdahulu untuk mempelajari hal yang baru. Ini disebut pembelajaran relasional, di mana kita akan melibatkan informasi yang baru pada hal-hal yang sudah kita ketahui.

6. Praktekkan – cari pengalaman. Salah satu cara terbaik untuk meningkatkan efektifitas pembelajaran adalah dengan mempraktekkannya – dan bukan sekedar mempelajari atau menulis sesuatu tentang informasi tersebut.Praktekkan pengetahuan baru secara rutin!

7. Carilah jawaban dan bukan sekedar mengingat - sebisa mungkin jika kita sedang berusaha mengingat suatu informasi, lebih baik kita melakukan riset untuk mendapatkan jawabannnya. Jika kita terbiasa mengingat suatu informasi, ada kecenderungan kita akan melupakan informasi tersebut di masa depan. Hal ini terjadi karena dengan mengulangi percobaan mengingat, kita sedang merekam aktivitas secara negatif dan bukannya positif dalam ingatan kita.

8. Pahami bagaimana cara terbaik untuk belajar – setiap orang unik, termasuk dalam cara dan strategi pembelajarannya. Semakin kita memahami keunikan, kekuatan dan kelemahan kita, semakin kita dapat belajar secara efektif

9. Gunakan ujian untuk meningkatkan pembelajaran – ujian menolong kita untuk dapat mengingat informasi yang diujikan dalam jangka waktu yang lebih lama

10. Stop multitasking – riset telah memperlihatkan bahwa multitasking sebenarnya membuat pembelajaran menjadi kurang efektif. Hal ini telah dibahas dalam posting ini.